Duwi Blog

Blog ini berisi informasi: *Artikel komputer, internet, pendidikan, humor dll *Jasa olah data SPSS (Skripsi, tesis dll) *Jasa buat Web/blog dengan domain .com dll) *Jasa pencarian e-book, artikel dll *Broker jual PC/Laptop/asesoris

Duwi Blog

Blog ini berisi informasi: *Artikel komputer, internet, pendidikan, humor dll *Jasa olah data SPSS (Skripsi, tesis dll) *Jasa buat Web/blog dengan domain .com dll) *Jasa pencarian e-book, artikel dll *Broker jual PC/Laptop/asesoris

Duwi Blog

Blog ini berisi informasi: *Artikel komputer, internet, pendidikan, humor dll *Jasa olah data SPSS (Skripsi, tesis dll) *Jasa buat Web/blog dengan domain .com dll) *Jasa pencarian e-book, artikel dll *Broker jual PC/Laptop/asesoris

Duwi Blog

Blog ini berisi informasi: *Artikel komputer, internet, pendidikan, humor dll *Jasa olah data SPSS (Skripsi, tesis dll) *Jasa buat Web/blog dengan domain .com dll) *Jasa pencarian e-book, artikel dll *Broker jual PC/Laptop/asesoris

Duwi Blog

Blog ini berisi informasi: *Artikel komputer, internet, pendidikan, humor dll *Jasa olah data SPSS (Skripsi, tesis dll) *Jasa buat Web/blog dengan domain .com dll) *Jasa pencarian e-book, artikel dll *Broker jual PC/Laptop/asesoris

Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2010

Cara mencegah agar komputer tidak terkena virus

Beberapa hal untuk mencegah virus menginfeksi dan menyebar ke komputer adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan antivirus yang selalu di update secara berkala. Lakukan update secara otomatis jika komputer terhubung ke internet atau secara manual dengan mendownload file update kemudian diinstalkan ke antivirus. Hal ini bertujuan agar antivirus dapat mengenali dan membasmi virus-virus baru yang terus bermunculan. Hal ini menjadi penting dilakukan jika pengguna komputer selalu menggunakan flashdisk atau perangkat lain yang selalu berpindah-pindah komputer atau sering digunakan di internet yang mana kemungkinan akan membawa virus-virus baru yang dapat menular ke komputernya. Atau jika komputer selalu digunakan untuk internet-an. Update bisa dilakukan setiap 1 atau 2 minggu sekali, tapi ini tergantung juga dari penyedia antivirus dalam layanan update.
2. Untuk komputer yang terhubung ke jaringan, selalu gunakan firewall untuk mencegah virus dan gangguan lain seperti hacker dan sebagainya.
3. Lakukan scan virus pada flashdisk atau harddisk eksternal yang masuk ke komputer yang sebelumnya digunakan di komputer lain. Hal ini menjadi penting apalagi bagi pengguna komputer yang memakai antivirus portabel (tidak perlu instalasi dan langsung digunakan).
4. Tidak membuka atau mengeksekusi file yang berasal dari komputer lain yang mencurigakan, seperti misalnya file atau folder yang berekteksi *.exe (application) yang terlihat mencurigakan.
5. Banyak virus yang menggunakan ikon mirip folder Windows, Anda harus berhati-hati karena jika membuka folder ini maka virus bisa aktif dan menginfeksi sistem komputer Anda, apalagi Anda membuka folder dari flashdisk yang telah Anda gunakan di komputer lain atau internet. Agar anda tidak salah mana yang folder asli atau folder bervirus, maka selalu gunakan Windows Explorer dan membuka folder dari explorer tersebut (dengan klik tanda plus dan klik folder yang diinginkan, yang kemudian isi folder akan tertampil di sebelah kanan halaman.
6. Berhati-hati jika membuka pada menu autorun, yaitu menu dialog yang muncul sesaat perangkat luar seperti flasdisk atau cd/dvd-rom di masukkan ke komputer. Karena bisa jadi menu-menu ini sudah diubah oleh virus, jadi bukannya membuka file tapi justru membuka virus. Jadi jangan dibuka jika ada perbedaan menu atau tulisan seperti “Open folder to view file, using Application”. Menu autorun ini muncul jika fungsi autorun pada Windows aktif.
7. Untuk mengantisipasi terbukanya file virus oleh pengguna komputer lewat menu autorun atau agar virus tidak dapat dijalankan secara otomatis saat memasukkan media luar seperti flashdisk, maka dapat menonaktifkan fungsi autorun atau autoplay pada Windows. Dengan menonaktifkan fungsi autorun pada Windows, maka kotak menu tidak akan muncul dan virus yang memanfaatkan file autorun.inf yang berada di dalam flashdisk tidak akan dijalankan secara otomatis saat flashdisk dimasukkan ke komputer.
8. Untuk data-data penting seperti dokumen Ms Word, Excel dan file-file lain yang memiliki ekstensi .exe, Anda dapat mengkompresi ke file .Zip atau .RAR (dengan program WinZip atau WinRar). Hal ini karena dapat mencegah virus menginfeksi data-data Anda. Setelah dikompresi maka Anda dapat menghapus data Anda yang lama. Untuk menjalankan file Anda dapat lakukan ekstrak file atau langsung membuka file .Zip atau .RAR tersebut kemudian klik file yang ingin Anda buka. Keuntungan lain yaitu file-file Anda di dalam .Zip atau .RAR ukurannya menjadi lebih kecil karena terkompresi. Sebelumnya pastikan bahwa file-file yang ingin Anda kompres tidak terdapat file virus.
9. Banyak virus yang menginfeksi dokumen Ms Word dengan ekstensi .doc, yang kemudian dokumen tersebut akan berubah menjadi berekstensi .exe. Oleh karena itu agar terhindar dari serangan virus seperti ini maka ubahlah file-file .doc menjadi ekstensi .rtf (rich text format), karena masih jarang virus yang menyerang file .rtf. Dan jika Anda mengetik dengan Ms Word maka simpanlah dengan format .rtf.
10. Gunakan program-program pencegah virus yang dapat secara permanen menginfeksi sistem komputer seperti Deep Freeze, System Protect dan sebagainya.

Daftar Pustaka : “Teknik Menghabisi Virus Ganas di Komputer”, penulis Duwi Priyatno, terbitan Media Kom, 2009

Langkah menyelidiki apakah komputer terinfeksi virus atau tidak

Jika terjadi indikasi seperti ini maka ada kemungkinan sistem telah terinfeksi virus, selanjutnya membuktikan apakah terkena virus atau tidak. Langkahnya sebagai berikut:
1. Selidikilah apakah ada file atau folder tambahan (yang tidak Anda buat) pada direktori atau di dalam sebuah folder.
2. Sekarang ini banyak virus dengan cara membentuk folder, file atau dokumen dengan ekstensi *.exe (applications). Untuk itu bukalah folder-folder di drive komputer Anda. Untuk mengetahui tipe atau ekstensi file maka buka Views >> Details. Sebagai contoh pada gambar berikut:
Anda harus berhati-hati jika ada folder atau dokumen (Ms Word) dengan tipe applications, karena untuk komputer yang masih belum terinfeksi virus maka virus akan menginfeksi sistem komputer Anda jika anda mengklik folder atau dokumen ini. Cobalah untuk menghapus folder atau dokumen yang bertipe application, jika tidak bisa terhapus maka kemungkinan virus sudah menginfeksi sistem komputer Anda. Jika data yang bertipe application ini adalah data penting Anda, sebaiknya Anda menggunakan antivirus, lalu lakukan clean virus, bukan delete file.
3. Lakukan scan virus dengan program antivirus (gunakan update terbaru agar dapat mendeteksi virus-virus yang baru). Hal ini untuk mengetahui ada tidaknya virus, selanjutnya jika terdeteksi maka bisa dilakukan pembersihan virus.

Daftar Pustaka : “Teknik Menghabisi Virus Ganas di Komputer”, penulis Duwi Priyatno, terbitan Media Kom, 2009

Program-program komputer berbahaya sejenis virus

Selain virus terdapat program-program sejenis lainnya yang tujuannya hampir sama, yaitu sebagai berikut:
1. Worm, adalah program komputer yang menginfeksi dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan seperti TCP/IP dan e-mail. Worm ini akan melakukan penyebaran dan menginfeksi sistem komputer yang terdapat dalam jaringan. Worm ditemukan pertama kali penyebarannya pada tahun 1988. Kini Worm telah menjadi ancaman di dunia internet. Perbedaan dengan virus, Worm biasanya lebih cepat dalam melakukan penyebaran dibanding virus, tetapi worm memiliki kemampuan yang lebih rendah untuk menghindari deteksi program antivirus.
2. Trojan Horse, adalah program komputer untuk membuat kerusakan atau keanehan pada sistem komputer dengan cara disamarkan. Trojan horse ini tidak melakukan penyebaran diri tetapi lebih berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius pada sistem komputer.
3. Spyware, adalah aplikasi yang bekerja secara tersembunyi dari program freeware atau shareware yang biasanya menampilkan pesan-pesan atau ikan.
4. Malware, adalah program yang disisipkan pada sistem komputer untuk merusak kinerja sistem atau jaringan komputer atau tujuan tertentu yang berbahaya. Malware ini dapat menyebar melalui media seperti flash disk.
5. Adware, adalah aplikasi tersembunyi dari program freeware atau shareware yang biasanya menampilkan pesan atau iklan. Adware ini hampir sama dengan spyware.
6. Hoax, adalah e-mail yang isinya menakut-nakuti atau provokasi untuk melakukan forward e-mail tersebut (meneruskan mengirim ke alamat lain). Tujuannya adalah semakin banyaknya orang yang melakukan proses forward dapat menyebabkan jaringan mengalami traffick tinggi dan sistem menjadi terganggu.

Daftar Pustaka : “Teknik Menghabisi Virus Ganas di Komputer”, penulis Duwi Priyatno, terbitan Media Kom, 2009

Akibat-akibat yang ditimbulkan jika komputer terinfeksi virus

Beberapa akibat yang ditimbulkan setelah komputer terinfeksi oleh virus adalah sebagai berikut:
1. Terjadi keanehan pada saat menjalankan komputer, misalnya munculnya gambar atau tulisan dengan pesan tertentu pada layar monitor.
2. Pemblokiran pada akses-akses tertentu, misalnya tidak bisa menampilkan hidden file, tidak bisa membuka regedit, msconfig, command promt dan sebagainya.
3. Perubahan ekstensi pada file-file yang terinfeksi virus, misalnya virus macro yaitu file tipe document (ekstensi .doc) berubah menjadi tipe application (ekstensi .exe). Atau folder dengan tipe file folder berubah menjadi application (ekstensi .exe).
4. Gambar berikut ini adalah contoh folder dan file dokumen yang sesuai dengan tipenya dan file dokumen yang terinfeksi virus (menjadi bertipe Application).
5. Komputer berjalan lambat atau sering “hang”
6. Terdapat file atau folder dengan ekstensi .exe (application) di dalam folder yang tidak pernah kita buat sebelumnya.
7. Terhapusnya file atau dokumen
8. Terjadinya perubahan atau rusaknya isi file atau dokumen
9. Seringnya ada menu atau kotak dialog yang error
10. Hilangnya menu Tools >> Folder Options di Windows Explorer
11. Tidak dapat menampilkan folder dan file yang tersembunyi (hidden)

Daftar Pustaka : “Teknik Menghabisi Virus Ganas di Komputer”, penulis Duwi Priyatno, terbitan Media Kom, 2009

Senin, 19 Oktober 2009

Perbandingan 3 antivirus lokal favorit saya (PCMAV, SMADAV, dan ANSAV)


Kali ini saya akan membandingkan kinerja 3 antivirus lokal favirit saya yang sering saya gunakan yaitu PCMAV, SMADAV dan ANSAV dengan update terbaru. saya telah menguji 3 antivirus ini dengan menjalankan 3 antivirus secara bersamaan untuk membasmi virus yang menginfeksi sistem Windows dan file2 di flashdisk.
1. PCMAV, aplikasi antivirus ini dibuat khusus dan dipersembahkan bagi pembaca setia pc media dan pc mild...jadi jika membeli majalah pc media atau pc mild akan mendapatkan bonus cd yang isinya salah satunya antivirus ini. tapi anda juga dapat download secara gratis di internet lho. Kinerjanya bagus dapat mendeteksi virus-virus seperti kamasutra.ini, shurikedD, VBS Redlof, W32Sality, KSpoolA dan sebagainya dan mampu meng clean dan mengembalikan file seperti semula, misal file ms Word yang berubah menjadi *.exe dapat kembali normal menjadi berekstensi *.doc. Tapi sayang saat saya cioba jalankan untuk membasmi virus di sistem dia langsung meblok virus tanpa kompromi, sehingga terjadi sedikit kerusakan pada kinerja sistem Windows.
2. SMADAV, ini tergolong antivirus gratis baru, kinerja menurut saya sangat hebat, tapi pas saat digunakan bersamaan dengan PCMAV, antivirus ini tidak mendeteksi virus sistem seperti yang berhasil dideteksi oleh PCMAV. tapi dia mampu membasmi dan mengembalikan file yang terkena virus 'New Heuristic', yaitu virus yang menginfeksi semua file dan folder di flashdisk, dan semua file ataupun folder menjadi berekstensi *.exe. file-file bukan hanya berhasil dikarantina tapi juga mampu mengembalikan file aslinya seperti semula diflashdisk...hebat...hebat...antivirus ini lebih aman digunakan karena selalu adanya konfirmasi untuk mendelete, mengclean atau mengkarantina virus.
3. ANSAV,ini juga antivirus gratis... hmmm saat coba saya jalankan bersama-sama dengan antivirus lain memang sungguh daya deteksi virus luar biasa.... dia jauh lebih banyak mendeteksi virus dari pada antivirus lainnya, tapi sayang kemampuan deteksinya tidak diimbangi dengan kemampuan membersihkan virus dan mengembalikan file seperti sedia kala. jadi dalam pengujian ini walau terdeteksi banyak virus hanya ada beberapa file yang mempu di clean lainnya di delete atau tidak mampu mendelete sekalipun.Tapi antivirus ini cocok bagi anda yang ingin nguber-uber virus di flashdisk dan mendelete nya.

Nah itu tadi perbandingan ke tiga antivirus vafirut saya, jadi saya rekomendasikan untuk menggunakan antivirus lokal daripada antivirus asing, karena tau sendiri sekarang ini banyak virus-virus Indonesia, dan pastinya antivirus Indonesia akan lebih mengenal virus dari negerinya sendiri he he dan lebih tahu cara membunuhnya

Sabtu, 17 Oktober 2009

Mengembalikan file/folder yang terkena virus


File terkena virus pasti sangat menyebalkan. Bagi yang baru belajar computer, tentu saja akan membuatnya sangat panik. Sebenarnya, virus hanya menyembunyikan file asli kita, tidak menghapusnya. File yang ditampilkan merupakan hasil duplikasi yang dibuat oleh virus dengan ekstensi yang telah diubah olehnya, sedangkan file asli diubah atributnya menjadi file system sehingga menjadi super hidden. Meskipun diubah pada folder option dengan mengaktifkan show hidden file and folder, tetapi tetap saja tidak kelihatan.
Untuk melihatnya, lakukan cara berikut:
1. Buka window explorer.
2. Klik menu Tools > Folder option.
3. Klik tab View. Hilangkan ceklis Hide protected system files (Recommended).
4. Dari peringatan yang muncul, klik Yes.
5. Klik OK.Seluruh file dan folder yang disembunyikan virus akan terlihat samar.
Kita dapat menormalkan kembali semua file dan folder yang disembunyikan oleh virus. Untuk mengembalikan file tersebut, caranya:
Hapus virus dengan antivirus yang ada, misalnya: AVG.
6. Setelah virus terhapus, buka command prompt dengan menekan tombol window+R, lalu ketik cmd. Kemudian ENTER.
7. Masuk ke folder yang filenya terkena virus. Pada contoh ini, file berada di folder data, drive D. Ketika command prompt muncul, ketik D: lalu enter, kemudian ketik cd data lalu enter untuk masuk ke folder data.
8. Ketik perintah ATTRIB *.* -s –h –r /s /d lalu enter. Keterangan masing-masing perintah, bisa ditemukan dengan mengetik ATTRIB /? lalu enter.
Semua file dan folder yang disembunyikan akan normal kembali dan dapat kita buka.

Jadi, jangan panik jika file atau folder terkena virus. Dengan langkah yang diberikan di atas, file atau folder yang disembunyikan virus tetap bisa kita dapatkan kembali.
Trik ini hanya salah satu cara untuk mengembalikan file atau folder yang terkena virus. Jika folder option juga dihilangkan, ada cara lain bisa kita tempuh, caranya pun tentu saja berbeda.

Daftar Pustaka:
http://www.sudarma.info/2008/06/mengembalikan-filefolder-yang-terkena.html
http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/1904142-mengembalikan-data-yang-disembunyikan-virus/

Jumat, 16 Oktober 2009

Mencegah virus dengan mematikan fungsi autorun pada Windows

Para pengguna komputer sekalian apakah anda tahu jika kita mencolokkan flashdisk atau cd/dvd-rom pada komputer maka biasanya akan tampil menu dengan fungsi autorun. Nahhh menu ini untuk memudahkan kita dalam membuka folder, memainkan musik, melihat gambar dan sebagainya pada disk yang kita masukkan. Tetapi fungsi autorun ternyata banyak dimanfaatkan virus untuk menyebarkan diri dan menginfeksi komputer secara otomatis. Untuk flashdisk yang bervirus biasanya virus telah mengubah file autorun.inf pada flashdisk, sehingga bila autorun aktif maka file tersebut akan mengaktifkan virus. Oleh karena itu saat komputer mendeteksi flashdisk yang masuk, maka file autorun.inf pada flashdisk akan mengaktifkan virus dan dapat menginfeksi komputer. Salah satu cara untuk mencegah ini yaitu menonaktifkan fungsi autorun pada Windows, sehingga virus yang memanfaatkan file autorun.inf yang berada di dalam flashdisk tidak akan dijalankan secara otomatis.
Nih cara mematikan fungsi autoran:
Langkah-langkah menonaktifkan fungsi autorun sebagai berikut:
1. Buka Windows Explorer, klik Drive C >> Windows >> System32. Kemudian pilih file gpedit
2. Klik ganda pada file gpedit
3. Klik Administrative Templates >> System
4. Klik ganda pada Turn off Autoplay
5.Pilih pada Enabled
6.Pada Turn off Autoplay on: secara default adalah CD-ROM drives, maka klik dan ganti menjadi All drives. Selanjutnya klik OK
7. Setelah itu lakukan hal yang sama di User Configuration
8. Setelah itu tutup semua halaman dan restart komputer.
9. Selesai sudah

Ciri-ciri komputer terserang virus

Ciri-ciri komputer terinfeksi oleh virus adalah sebagai berikut:
1.Terjadi keanehan pada saat menjalankan komputer, misalnya munculnya gambar atau tulisan dengan pesan tertentu pada layar monitor.
2.Pemblokiran pada akses-akses tertentu, misalnya tidak bisa menampilkan hidden file, tidak bisa membuka regedit, msconfig, command promt dan sebagainya.
3.Perubahan ekstensi pada file-file yang terinfeksi virus, misalnya virus macro yaitu file tipe document (ekstensi .doc) berubah menjadi tipe application (ekstensi .exe). Atau folder dengan tipe file folder berubah menjadi application (ekstensi .exe).
Gambar berikut ini adalah contoh folder dan file dokumen yang sesuai dengan tipenya dan file dokumen yang terinfeksi virus (menjadi bertipe Application).
4.Sistem operasi berjalan lambat apalagi saat kita menjalankan beberapa program secara bersama.
5.Komputer sering “hang” atau berhenti bekerja secara tiba-tiba
6.Sering terjadi not responding saat membuka atau menjalankan program
7.Sering restart sendiri dan booting terlalu lama
8.Seringnya ada menu atau kotak dialog yang error padahal setelah dideteksi sistem dan harddisk normal.
9.Tidak dapat menampilkan folder dan file yang tersembunyi (hidden)
10.Adanya pesan atau tulisan aneh
11.Aplikasi tertentu tidak bisa dibuka seperti MS Config, Regedit, atau MS Dos Prompt.
12.Folder Option menghilang pada Menu Tools di Windows.

Sumber: Buku ‘Membasmi Virus Ganas di Komputer’
Penulis : Duwi Priyatno
Penerbit : Media Kom Yogyakarta

Virus Komputer (Pengertian, Sejarah Pembuatannya dan Tindakan Pencegahan)

I. Pendahuluan
Kalau kita mendengar yang namanya virus pasti membuat kita takut. Apalagi belakangan ini lagi merebak virus flu burung yang penyebarannya sangat cepat dan sangat mematikan. Dalam dunia komputer �makhluk� ini dijadikan istilah untuk program yang berbahaya bagi komputer lain. Untungnya virus di komputer hanya menulari komputer lain. Akan tetapi akibat yang ditimbulkannya tidak kalah bahaya dibanding virus dalam dunia medis, kerugian materi yang ditimbulkanya juga sangat besar. Sudah banyak perusahaan/negara yang pernah merasakan demam terkena virus komputer ini. Bahkan si pencipta virus menjadi urutan pertama dalam daftar pencarian orang dan bagi siapa yang bisa menemukannya akan diberikan hadiah. Menurut pengalaman penulis dalam memperbaiki data yang rusak, kerusakan data yang paling sulit diperbaiki (tingkat keberhasilannya sangat kecil) adalah kerusakan data akibat terkena virus.
Mengingat begitu besar kerugian yang ditimbulkannya maka pada Informatika ini penulis mencoba mengulas sedikit mengenai apa sebenarnya virus komputer itu, sejarahnya dan bagaimana menanggulanginya.

II. Pengertian Virus Komputer Secara singkat pengertian virus atau worm adalah suatu program komputer yang dapat menyebar pada komputer atau jaringan dengan cara membuat copy dirinya sendiri tanpa sepengetahuan dari pengguna komputer tersebut. Virus dapat menimbulkan efek yang berbahaya, misalnya mulai dari menampilkan pesan, mencuri data atau bahkan mengontrol komputer dari jarak jauh. Virus komputer mirip program komputer biasa, tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dibanding program-program lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dijalankan. Istilah �virus� digunakan pertama kali oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan �virus� karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).
Ada berbagai cara agar virus dijalankan oleh korban, misalnya dengan menempelkan dirinya pada suatu program yang lain. Ada juga virus yang aktif ketika suatu tipe file tertentu dibuka. Kadangkala virus juga memanfaatkan celah keamanan yang ada pada computer (baik sistem operasi atau aplikasi), dengan memanfaatkan hal-hal tersebut virus dapat berjalan dan kemudian akan menyebarkan dirinya sendiri secara otomatis. Kita juga dapat menerima suatu file yang sudah terinfeksi virus dalam attachment e-mail yang kita terima. Begitu file tersebut dijalankan, maka kode virus akan aktif dan mulai menginfeksi komputer dan bisa menyebar juga ke semua file yang ada di jaringan komputer.

III. Beberapa hal yang bisa dilakukan virus
Virus seringkali mengganggu atau menghentikan kerja komputer pada saat diperlukan. Sejalan dengan perkembangan di dunia virus komputer maka sampai saat ini efek dari virus ini sudah semakin banyak, diantaranya adalah:
� Memperlambat server e-mail
Virus Sobig dapat menyebar melalui e-mail dan mampu untuk membuat traffic e-mail yang sangat besar dan berakibat server menjadi lambat atau bahkan crash.
� Mencuri data penting dan rahasia
Worm Bugbear-D mampu merekam keystroke (penekanan tombol karakter) pada keyboard, termasuk password dan dikirim ke si pembuat virus untuk dimanfaatkan lebih lanjut.
� Menggunakan komputer user untuk menyerang suatu website
Virus MyDoom menginfeksi banyak komputer di seluruh dunia untuk menyerang situs SCO dengan traffic data yang sangat besar, sehingga situs tersebut akan terbebani luar biasa akhirnya crash dan tidak bisa melayani pengguna lainnya. Ini biasa dinamakan dengan denial of service.
� Membiarkan orang lain untuk membajak komputer kita
Dengan trojan backdoor (program penyusup) pada komputer sehingga si pembuat virus dapat terhubung ke komputer tersebut secara diam-diam dan bisa dimanfaatkan lebih lanjut sesuai dengan keinginannya.
� Merusak data
Virus yang bisa merusak data contohnya adalah virus compatable, dapat membuat perubahan pada data/dokumen MS Excel.
� Menghapus data
Virus Sircam mempunyai kemampuan menghapus atau meng-overwrite hardisk pada waktu tertentu yang tidak terduga.
� Men-disable hardware
Virus CIH atau Chernobyl mempunyai kemampuan meng-overwrite chip BIOS (Basic Input Output System) pada setiap tanggal 26 April dan akan membuat komputer menjadi tidak berfungsi.
� Menimbulkan hal-hal yang aneh dan mengganggu
Contohnya adalah Virus worm Netsky-D. Virus ini dapat membuat komputer berbunyi beep secara spontan atau tiba-tiba untuk beberapa jam lamanya.
� Menampilkan pesan tertentu
Virus Cone-F contohnya, akan menampilkan pesan berbau politik jika bulan menunjukkan bulan Mei.
� Merusak kredibilitas Anda
Jika virus mengirimkan sesuatu yang isinya tidak pantas melalui e-mail dari komputer Anda ke komputer pelanggan atau komputer rekan bisnis, maka hal ini akan merusak reputasi Anda sebagai suatu organisasi dan mereka bisa saja tidak mau lagi melanjutkan hubungan bisnis dengan Anda.

IV. Sejarah virus komputer
Motivasi pencipta virus berbeda-beda dalam membuat virus. Ada yang membuat virus karena ingin menyebarkan pesan politik, mencari ketenaran, mencari keuntungan, ingin mendapat pengakuan publik, mengkritik suatu institusi atau perusahaan (seperti virus-virus yang mengejek perusahaan Microsoft). Mereka mampu masuk ke dalam sistem komputer seseorang, mendapatkan berbagai informasi, seperti alamat e-mail dan password. Menurut beberapa penelitian, diketahui bahwa rata-rata pembuat virus adalah laki-laki, berumur dibawah 25 (dua puluh lima) tahun dan masih single. Mereka terkadang ingin mendapat pengakuan dari komunitasnya dengan cara membuat dan menyebarkan virus komputer. Aktivitas membuat virus, sama saja seperti aksi graffiti, dimana yang terbaik akan mendapatkan status yang lebih baik dari komunitasnya. Membuat virus terkadang suatu kepuasan tersendiri bagi penciptanya, dan mereka akan mendapat kekuatan dan kepopuleran di dunia maya, yang tidak bisa mereka dapatkan di dunia nyata. Mereka seringkali menggunakan nama-nama yang unik dan aneh demi menunjukkan eksistensinya dan juga terobsesi oleh tokoh-tokoh fantasi pujaannya.

Beberapa catatan berikut menjelaskan asal muasal �mahkluk� yang namanya virus ini:
� 1950s - Bell Labs membuat game eksperimental dimana pemainnya menggunakan program jahat untuk menyerang komputer pemain lain. Mereka membuat program yang dapat memperbanyak diri dan dapat menghancurkan program buatan lawan. Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program lain, akan dianggap sebagai pemenangnya. Semakin lama program yang diciptakan makin berbahaya, sehingga dilakukan pengawasan dan pengamanan yang ketat terhadap permainan ini. Pada tahun 1980, program-program yang dikenal dengan sebutan "virus" ini berhasil menyebar keluar lingkungan laboratorium, dan mulai beredar di masyarakat umum.
� 1975 - Penulis kisah sci-fi, John Brunner, membayangkan suatu worm komputer menyebar melalui jaringan.
� 1984 - Fred Cohen mengenalkan istilah virus komputer di dalam tesisnya.
� 1986 - Virus komputer pertama bernama Brain ditulis oleh dua orang bersaudara di Pakistan.
� 1987 - Worm yang bernama Christmas tree menyerang jaringan komputer IBM.
� 1988 - Worm internet menyebar pada jaringan US DARPA.
� 1992 - Terjadi kepanikan di dunia terhadap virus Michelangelo.
� 1994 - Good Times, virus hoax pertama muncul di dunia.
� 1995 - Virus dokumen pertama yang bernama Concept, hadir di dunia.
� 1998 - CIH atau Chernobyl menjadi virus pertama yang mampu untuk mengganggu hardware komputer.
� 1999 - Mellisa, virus yang menyebarkan dirinya melalui e-mail menyebar ke seluruh dunia. Kemudian virus Bubbleboy, menjadi virus pertama yang mampu menginfeksi komputer ketika Anda membaca e-mail Anda.
� 2000 - Love Bug, menjadi virus e-mail yang sukses. Pada saat itu juga ditemukan virus pada sistem operasi Palm.
� 2001 - Virus yang mengklaim dirinya berisi foto pemain tenis Anna Kournikova menginfeksi ribuan komputer di seluruh dunia.
� 2002 - David L Smith, pembuat virus Mellisa, diputus oleh pengadilan Amerika untuk di penjara selama 20 bulan.
� 2003 - Worm Blaster menyebar di internet dengan memanfaatkan kelemahan pada sistem operasi Windows. Pada saat yang sama juga menyebar virus e-mail yang bernama Sobig, ini membuat bulan Agustus 2003 menjadi bulan terburuk untuk insiden virus pada tahun tersebut.

VI. Langkah-langkah Penanggulangan
1. Langkah-Langkah Pencegahan
Dalam hal apapun tindakan pencegahan memang lebih utama daripada tindakan pengobatan. Komputer/file yang sudah terinfeksi akan sangat sulit dibersihkan dari virus, apalagi bila sudah masuk sampai jauh ke dalam file/program. Untuk tindakan pencegahan kita dapat melakukan beberapa hal berikut:
� Gunakan antivirus dengan update terbaru. Apapun merknya asalkan selalu diupdate, dan auto-protect diaktifkan maka komputer akan terlindungi.
� Selalu scanning semua media penyimpanan eksternal yang akan digunakan, tetapi jika auto-protect antivirus bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.
� Jika terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan antivirus dengan Firewall, Anti-spamming, dsb.
� Selalu waspada terhadap fle-file yang mencurigakan, contoh : file dengan 2 tipe file atau file executable (file aplikasi yang dapat langsung dijalankan) yang terlihat mencurigakan.
� Untuk software freeware dan shareware, ada baiknya mengambilnya dari situs resminya.
� Semampunya hindari membeli barang bajakan, gunakan software-software open source.
2. Langkah-Langkah Apabila telah Terinfeksi
� Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah di disket, jaringan, e-mail dsb. Jika terhubung ke jaringan maka ada baiknya mengisolasi komputer.
� Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang dengan cara:
� Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb
� Scan dengan antivirus, jika terkena saat auto-protect aktif berarti virus definition (database daftar virus pada program antivirus) tidak memiliki data virus ini, cobalah update secara manual atau download virus definitionnya untuk kemudian instal. Jika virus tersebut memblok usaha untuk meng-update, maka upayakan untuk menggunakan komputer lain dengan antivirus yang memiliki update terbaru.
� Bersihkan virus tersebut. Setelah berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya dari website yang memberikan informasi perkembangan virus tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila antivirus dengan update terbaru tidak berhasil memusnahkannya.
� Langkah terburuk. Jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat dan menginstal ulang komputer .

Daftar Pustaka
1. www.ptpn5.com/cetak.php?id=39
2. www.vmyths.com, Truth About Computer Virus Myths & Hoaxes. The canonical reference for computer virus myths, hoaxes, and urban legends, 2005.
3. www.virusbtn.com, Virus Bulletin: Independent Anti-virus and Anti-Spam. Independent anti-virus journal and website with advice, reviews and tutorials, 2005
4. www.howstuffworks.com/virus.htm, . How Stuff Works: Computer Virus. Multipart tutorial describes how computer viruses work, 2005.
5. www.ilmukomputer.com, Mengenal Virus Komputer, 2004.
6. www.sony-ak.com. Sony A.K. Knowledge Center : Mengenal Virus Komputer, Juni 2005.

DAFTAR VIRUS-VIRUS BERAHAYA DAN CARA PENANGGULANGANNYA

Virus berkembang begitu cepat hingga antivirus kewalahan mengupdate database virus signature nya. Hal ini membuat virus-virus bisa dengan leluasa bergentayangan dari satu komputer ke komputer lain. Bukan hanya itu saja terdapat Worm yang bergentayangan dari satu jaringan komputer ke jaringan lain. Berikut ini daftar nama-nama virus berbahaya yang masih bergentayangan di tahun 2009 ini dan patut diwaspadai:

1. Ceylon SpyNet : menurut saya ini virus yang paling menyebalkan yang saya temui. Virus ini saya kategorikan virus yang sangat berbahaya. Virus ini akan menginveksi folder direktori pertama pada flasdish, folder menjadi berekstensi *exe (aplikasi) dengan tampilan ikon kotak putih (Commant Prompt) tetapi tetap bisa dibuka dan file yang ada didalamnya tetap bisa dibuka. Jika komputer terkena ini langsung instal ulang ajah…mudah beresss.
2. New Heuristic(066), virus ini juga menurut saya sangat berbahaya, karena jika sistem komputer telah terinveksi maka setiap flashdisk yang ditancapkan ke komputer ini, maka secara otomatis akan terinveksi. Tak tanggung-tanggung semua folder dan file di dalam Flashdisk akan berubah menjadi berekteknsi exe dan file aslinya pastinya disembunyikan entah kemana oleh virus. Komputer yang terkena Virus ini sulit dibersihkan dengan antivirus, dan flahsdisk yang terkena virus ini tidak semua antivirus bisa membersihkannya dan memulihkannya. Saya mencoba menggunakan PCMAV, ANSAV, AVAST, Avira, Kasperskay, AVG tapi hasilnya hanya mendeteksi, ada yang bisa mendelete (artinya datanya tetap hilang… sama aja donk), tapi gak ada yang bisa meng clean kemudian mengembalikan file aslinya seperti sedia kala. Selanjutya saya coba dengan antivirus SmadAV hmmmmm tak kusangka justru memuaskan, bisa membersihkan dan semua file dan folder bisa kembali seperti semula dan tidak ada yang hilang. Untuk hal ini antivirus ini saya anggap hebaaaat. Tapi untuk membersihkan drive c hmmm semua antivirus diatas saya coba gak ada yang bisa memulihkannya tanpa menghapus file-file sistem yang penting…kalopun bisa Windowsnya jadi rusak karena banyak file sistem yang terhapus. Jadi kalo saya jika komputer terkena virus seperti ini ya instal ulang ajah…beresss masalah.
2. Kama sutra.ini = virus yang meginfeksi file Desktop ini di dalam folder. Virus ini sudah semakin jarang ditemui. Komputer saya sering terkena virus ini di tahun 2008, untuk membersihkannya saya menggunakan PCMAV…hmm dia mampu melakukan Clean virus, sungguh memuaskan kinerjanya dalam membasmi virus ini. Tapi sayang saat saya mencoba dengan antivirus baru yaitu SMADAV hanya terdeteksi virus yang terhidden dan tidak bisa membersihkan.
3. Shuriken.D = virus yang membentuk folder berekstensi exe (application) di dalam folder dengan nama yang sama dengan folder yang ditempati. Hmm jika terkena ini sulit dibasmi dengan antivirus apapun dan update terbarupun, karena sistem sudah terinveksi dimana-mana…registry, Windows dsb. Lebih baik instal ulang ajah beressssss lagi. Jika anda masukin Flashdisk ke komputer yang terkena virus ini, maka flashdisk anda akan dititipi file-file virus, nah hati-hati aja.
4. VBS/Redlof.N = virus yang menginveksi file folder HTT di dalam folder. Biasanya dibarengi dengan virus kamasutra ini. Sebenarnya tidak terlalu berbahaya, walaupun virus ini sulit dibersihkan jika sudah menginveksi sistem komputer. Jika flashdiks anda terserang virus ini maka kebanyakan antivirus bisa menanganinya, kecuali antivirus yang update terakhirnya tahun 2000…wa ha ha ha.
5. W32.Sality-26. Terlihat folder berekstensi .exe dengan nama smhost.exe yang bersembunyi di Windows >> System32 dan juga file Winamp berekstensi .exe, selain itu juga membentuk folder dengan berbagai nama. Virus ini juga bersembunyi di folder Document and Setting dan Registry. Cara membasminya yaitu menggunakan antivirus, misalnya AVG, Avast, Avira, PCMAV-CLN dan sebagainya.
6. Autoit.M, virus ini membentuk folder berekstensi .exe (application) di dalam folder dengan nama yang sama dengan folder yang ditempati. Misalnya folder dengan nama Musikku, maka didalam folder Musikku tersebut terdapat folder berekstensi .exe dengan nama Musikku. Cara membasminya yaitu menggunakan antivirus, selain itu Anda dapat melakukan delete langsung pada file tersebut jika belum menginfeksi sistem (misalnya jika di flashdisk).
7. Flu Burung = virus yang mengubah file ekstensi .doc (dokumen) menjadi ekstensi.exe (aplikasi), file ini bisa dibuka tetapi berjalan lambat. Virus ini marak bergentayangan ditahun 2008 dan sekarang sudah semakin jarang ada. Saya dengan mudahnya membasmi virus ini menggunakan PCMAV.
8. Autoit.M = Virus ini mirip dengan Shuriken.D yaitu membentuk folder-folder berekstensi exe (aplication) di dalam folder dengan nama yang sama dengan folder yang ditempati
9. KotaGudeg.A = Virus ini membentuk file PDF dengan ekstensi exe (aplication)
10. KSpoold.A = Virus ini menginveksi file doc (dokumen) menjadi berekstensi exe (aplication).

Jumat, 26 Juni 2009

Membuat Komputer Kebal Virus Tanpa Antivirus Part II

Pada artikel saya sebelumnya saya sudah sedikit menceritakan cara membuat komputer kebal virus tanpa antivirus. Disini saya akan menambahkan sedikit trik agar benar-benar komputer Anda terbebas dari virus apapun.
Perlu Anda tahu virus menyerang komputer melalui folder Windows dan folder Document and Setting di Drive C. Virus akan mengenali nama folder Document and Setting saat akan menginfeksinya, jadi jika nama folder Document and Setting dapat dirubah tentunya virus juga akan bingung tak menemukan nama tersebut, alhasil virus menyerah dan tak jadi menginveksi komputer. Untuk mengubah nama Document and Setting, jangan harap ANda dapat mengubah dengan merename secara manual, karena sampai kapanpun tidak akan bisa. Belum lama ini saya surfing-surfing saya menemukan program yang menarik namanay NLite. NLite adalah program untuk dapat menginstalasi Windows Xp dimana sebelumnya Anda dapat merubah nama folder Document and Setting, lalu nantinya setelah instalasi Windows XP folder Document and Setting akan berubah namanya sesuai dengan yang anda ganti sebelumnya. jadi langkah menggunakan program NLite sebagai berikut:
1. Download program NLite di internet (tanya mbah google aja dimana dapat download NLite)
2. Copy master Win Xp dari CD ke komputer, misal di Drive D, E dsb.
3. Jalankan program NLite, masukkan master Win XP yang ada di komputer lalu pilih opsi untuk merubah Document and setting, (untuk penjelasan lebih detail ya tanya mbah Google lagi ajah)
4. Setelah itu bakar/burn master baru Win XP ke dalam CD
5. Setelah itu instal komputer Anda dengan Win XP ini (lakukan format drive C lalu instal)
Nah setelah jadi coba anda buka Windows Explorer, lalu lihat pastinya tulisan Document and Setting telah berubah dengan nama lain yang Anda tuliskan di program NLite sebelumnya.
Setelah itu barulah Anda coba praktekkan artikel saya sebelumnya tentang cara membuat komputer kebal virus tanpa antivirus.

Sabtu, 06 Juni 2009

Cara membuat komputer kebal virus tanpa antivirus

Komputer yang selalu terkena virus bisa membuat kita stress dan bingung bagaimana cara mengatasinya agar benar-benar hilang dan tidak terkena virus lagi. Sudah pakai antivirus merek apapun tapi ternyata masih bisa terkena juga, sudah selalu diinstal ulang agar virus hilang lagi ternyata setelah instal dan beberapa waktu dipakai eh terkena lagi. Memang virus adalah penjahat yang benar-benar nyebelin buat para pemakai komputer.
Pada dasarnya komputer dapat terkena virus karena melalui media sebagai penghantarnya seperti flashdisk, hardisk eksternal, CD/DVDROM, atau jaringan internet. Nahh kalo ingin gak kena virus ya sebenarnya gampang saja yaitu gak usah punya flashdisk atau flashdisk hanya untuk dicolokkan dikomputer kita aja, dan komputer tidak untuk internetan. Tapi apa mungkin akan seperti itu dimana kita akan selalu menggunakan flashdisk yang selalu pindah komputer karena ingin kopi paste file. Pakai antivirus ya sebenarnya percuma kalo gak pernah diupdate paling tidak setiap 1 atau 2 minggu sekali, alhasil virus-virus akan tetap lolos dan menyerang komputer kita, kalo update berarti harus terkoneksi ke internet atau kopi paste file update di komputer lain, ini bisa merepotkan anda.
Solusi terbaik yaitu membuat komputer kebal terhadap virus. Disini saya telah meracik komputer kebal virus buatan saya sendiri dan telah teruji dan hasilnya signifikan pada tingkat 5% (he he kayak statistik aja). Disini saya akan memberikan cara membuat komputer kebal dari segala virus baik lokal maupun asing yaitu sebagai berikut:
1. Menonaktifkan fungsi autorun pada Windows
2. Membuat account baru pada Windows dengan tipe Limited, lalu restart dan masuk menggunakan account tipe Limited ini (anda bingung tidak untuk apa ya menggunakan account Limited ini?)
3. Restart komputer dan masuk menggunakan account tipe administrator (yang biasanya Anda pakai atau defaultnya Windows)
4. Instal program Deep Freeze pada drive C yang berisi file Windows (tau donk fungsinya)
5. Restart komputer dan masuk Windows dengan account Limited.
Nah sekarang komputer anda sudah aman dari segala virus, tapi saya gak jamin 100% kan ujinya pakai signifikansi 0,05 jadi ya masih bisa meleset 5% dunk. Anda bebas colok flasdisk yang membawa virus pe 10 pun gak pa pa dijamin 95% komputer gak akan kena virus.
Maaf saya hanya tuliskan poin-poinya aja gak panjang lebar, jika anda bingung ya kontak e-mail saya aja jika ingin saya memberikan langkah-langkahnya dan fungsi masing-masing cara di atas (pastinya ada sedikit biaya he..he..gak mahal kok).

Cara membasmi virus tanpa antivirus dan tanpa instal ulang

Terkadang antivirus tidak dapat menangani virus pada komputer, hal ini bisa disebabkan karena anda malas atau gak pernah update antivirus, ya jadi punya antivirus ya percuma saja gak akan mengenali virus-virus baru yang selalu bermuncullan. Nah saya punya cara jitu bagi anda yang malas update atau mungkin bingung gak tau caranya update antivirus yaitu membasmi virus tanpa antivirus yaitu sbb:
Membasmi virus secara manual (bagaimana ya caranya????, mungkin tinggal de delete kale file virusnya)
Merename file msvbvm50.dll dan msvbvm60.dll di folder C://Windows/System32 dengan nama lain (tau tidak apa fungsinya merename file tersebut….ah pusing)
Menggunakan System Restore, tau kan mesin waktu yang dimiliki Windows, seperti film “Back to the future” dimana Anda dapat kembali ke masa lalu… ya Windows juga bisa kembali ke masa lalu lho, tapi tidak bisa ke masa depan soalnya secanggih apapun komputer tetap tidak akan mengetahui konfigurasi komputer anda di masa depan. (Tapi bagaimana jika virus memblokir System Restore??? Bagaimana cara mengatasinya???)
4. Gunakan tool pembasmi virus seperti Process Explorer, The Killer Machine, Show Kill Process, atau Pocket Killbox (Anda bisa donlot di internet dengan tanya ama mbah Google atau Om Yahoo, pasti mereka tau tuh)
Maaf saya hanya tuliskan poin-poinya aja gak panjang lebar, jika anda bingung ya tunggu saja buku saya judulnya kalo gak salah “Membasmi Virus Ganas” terbitan Media Kom Yogyakarta yang rencana terbit bulan Juli 2009, nah disitu ada langkah lengkap cara membasmi virus tanpa antivirus, pokoknya lebih lengkap dan masih banyak cara-cara lainnya.

Rahasia cara agar Flashdisk tidak terkena virus

Sebagai pengguna komputer pastinya punya flashdisk dunk, yaitu benda kecil mungil bentuknya tapi besar tenaganya (maksudnya besar kapasitas untuk menyimpan loh). Flashdisk merupakan media paling sering dan paling banyak menjadi sasaran empuk untuk menularkan virus dengan cara file virus dompreng ke flashdisk kemudian menginfeksi komputer yang Anda gunakan. Hmm runyam juga ya kalo begini. Cara yang biasa dijalankan para pemakai komputer yaitu setelah colokkan flashdisk ke komputer lalu scan dengan antivirus, hmm boleh juga tapi bagaimana jika antivirus belum diupdate, hmm mungkin saja virus di Flashdisk adalah virus yang baru, pastinya bisa lolos sensor tuh.
Saya punya cara nya mengamankan Flashdisk dari virus dan sudah saya uji dengan signifikansi 0,10 (kaya statistik aja), perlu diketahui sekarang banyak virus yang membentuk atau mengubah file autorun.inf pada flashdisk untuk menyebarkan virus. Nah jadi tugas anda buat saja file autorun.inf pada flashdisk anda yang mana file tersebut tidak dapat diubah oleh virus, dengan cara sbb:
Membuat folder autorun.inf beserta file isinya yang tidak bisa diubah oleh virus secara manual. (tau sendiri kan tidak mungkin di Windows pada folder yang sama membuat 2 file yang namanya sama) yang ada hanya mereplace. Nah disini virus pun tidak bisa mereplace file autorun.inf di flashdiks anda. (Tapi bagaimana cara membuat nya ???????)
Saya punya program yang bisa membuat file autorun.inf secara otomatis pada flashdisk (apa donk ???)
Nah sekarang flashdisk anda sudah aman dari virus, tapi saya gak jamin 100% kan ujinya pakai signifikansi 0,10 jadi ya masih bisa meleset 10% dunk. Anda bebas colok flasdisk kesana kemari dan tencep kekomputer.
Maaf saya hanya tuliskan poin-poinya aja gak panjang lebar, jika anda bingung ya kontak e-mail saya aja jika ingin saya memberikan langkah-langkahnya dan fungsinya (pastinya ada sedikit biaya he..he..gak mahal kok). Atau tunggu saja buku saya judulnya kalo gak salah “Membasmi Virus Ganas” terbitan Media Kom Yogyakarta yang rencana terbit bulan Juli 2009, nah disitu ada langkah lengkap cara mengamankan flashdisk dari virus.